Berita

Polres Bima Kota Bersama Pemkot Bima Gotong Royong Bersihkan Areal Gedung Baru RSUD

×

Polres Bima Kota Bersama Pemkot Bima Gotong Royong Bersihkan Areal Gedung Baru RSUD

Share this article

Kota Bima, NTB – Polres Bima Kota bersama Pemerintah Kota Bima dan sejumlah unsur terkait melaksanakan kegiatan gotong royong di areal Gedung Baru RSUD Kota Bima, Jumat (28/8/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WITA tersebut berlangsung di areal Gedung Baru RSUD Kota Bima, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba. Gotong royong dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan, kenyamanan dan kerapian lingkungan rumah sakit yang akan segera digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, S.E., didampingi Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H. Turut hadir Kasdim 1608 Bima Mayor Inf. Asep Okinawa yang mewakili Dandim 1608 Bima serta Kapolsek Rasanae Timur Iptu Kuntho Tomiek Prakoso, S.H., yang mewakili Kapolres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa keterlibatan personel Polres Bima Kota dalam kegiatan gotong royong tersebut merupakan wujud sinergitas antara Polri dan Pemerintah Kota Bima dalam mendukung pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian kita terhadap fasilitas pelayanan publik. Dengan lingkungan yang bersih, rapi dan nyaman, diharapkan masyarakat nantinya dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan lebih baik,” jelas Kapolres.

Selain kegiatan gotong royong, rangkaian kegiatan juga diisi dengan paparan singkat terkait Gedung Baru RSUD Kota Bima. Gedung tersebut mulai melakukan perpindahan operasional dari lokasi lama ke lokasi baru sejak 24 Agustus 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi memberikan pelayanan kepada masyarakat pada 1 September 2026.

Dalam paparannya, Direktur RSUD Kota Bima menyampaikan bahwa gedung baru yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta tersebut merupakan rumah sakit tipe C dengan fasilitas yang lebih modern dan lengkap.

Gedung utama rumah sakit terdiri dari tiga lantai, dilengkapi bangunan utilitas serta memiliki kapasitas rawat inap minimal 100 tempat tidur. Pembangunan RSUD Kota Bima tersebut dimulai pada 28 Mei 2025 dan dipersiapkan sebagai pusat layanan kesehatan yang mampu menangani sejumlah kasus prioritas, di antaranya kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi serta kesehatan ibu dan anak.

Sejumlah fasilitas pelayanan yang disiapkan antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU), laboratorium, radiologi, farmasi hingga layanan hemodialisis.

Memasuki Agustus 2026, RSUD Kota Bima telah berada pada tahap perpindahan operasional dari gedung lama menuju gedung baru. Seluruh layanan dipersiapkan agar dapat berjalan secara optimal mulai awal September 2026.

Sinergitas yang ditunjukkan melalui kegiatan gotong royong tersebut diharapkan menjadi bagian dari dukungan bersama terhadap kesiapan Gedung Baru RSUD Kota Bima, sehingga kehadirannya dapat memperkuat akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya.

Kegiatan gotong royong berlangsung aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan antara jajaran Pemerintah Kota Bima, TNI, Polri serta seluruh pihak yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…