Berita

“Police go to school” Unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kabupaten Sambangi SMK 5 Bima ini Tujuannya

×

“Police go to school” Unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kabupaten Sambangi SMK 5 Bima ini Tujuannya

Share this article

 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kabupaten Polda NTB secara aktif memberikan pemahaman mengenai rambu dan aturan lalu lintas ke sekolah-sekolah melalui program seperti Police Goes to School diwilayah hukumnya.

 

Seperti pada Kami 27 Agustus 2026 pukul 09.00.Wita unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kabupaten menyabangi SMK 5 Bima.

Melalui kegiatan ini, personel Unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kabupaten tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada pelajar mengenai pentingnya keselamatan saat berada di jalan raya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai berbagai rambu lalu lintas serta pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas. Para pelajar juga diajak menjadi generasi yang sadar dan peduli terhadap keselamatan lalu lintas.

 

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H.,melalui Kasatlantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo S.H.,pemahaman terhadap rambu dan aturan lalu lintas menjadi salah satu pondasi untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas)

Melalui program Police go to school dengan pesan sederhana namun tegas ini dapat menjadi pedoman bagi para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalulintas.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…