Berita

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Labuhan Burung Sambangi Petani dan Ajak Manfaatkan Lahan Produktif

×

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Labuhan Burung Sambangi Petani dan Ajak Manfaatkan Lahan Produktif

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat peran aktifnya dalam mengawal dan menyukseskan program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. Sebagai wujud nyata kehadiran polmas di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Labuhan Burung, Aiptu Ismanto, melaksanakan kegiatan sambang sekaligus pengecekan langsung ke lahan pertanian warga di Dusun Pernang, Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, Jumat (28/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Buer IPDA Romy Octovian Munir dalam kegiatan monitoring lahan pertanian produktif yang dipusatkan di Lahan Sawah Buin Guci ini dimulai pada pukul 09.30 WITA.

Dalam pelaksanaannya, Aiptu Ismanto turun langsung menemui warga binaannya, Sdr. Mustofa, yang sedang beraktivitas menanam jagung di areal sawah. Selain bersilaturahmi, petugas memberikan motivasi kepada petani agar terus bersemangat mengelola lahan pertaniannya.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat agar secara aktif memanfaatkan lahan tidur maupun pekarangan rumah untuk dijadikan sebagai sumber pangan bergizi. Langkah pemanfaatan tanah pekarangan dan lahan produktif dengan ditanami sayuran serta tanaman hortikultura ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dari tingkat desa.

“Melalui kegiatan sambang dan dialog langsung di lahan pertanian ini, kami berupaya memotivasi para petani sekaligus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dan lahan produktif demi mendukung suksesnya program ketahanan pangan nasional.” ujar petugas di sela-sela kegiatannya.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah petani ini mendapat sambutan positif dari warga. Kegiatan dialogis tersebut berhasil mempererat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.

Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan tanaman jagung dan imbauan ketahanan pangan di Desa Labuhan Burung ini dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, serta terkendali. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…