Berita

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Polsek Langgudu Gelar Doa Bersama untuk Kamtibmas

×

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Polsek Langgudu Gelar Doa Bersama untuk Kamtibmas

Share this article

Bima, NTB – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polsek Langgudu menggelar kegiatan doa bersama dan silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Langgudu, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.20 WITA tersebut bertempat di Aula Mako Polsek Langgudu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Kegiatan diikuti oleh Camat Langgudu, para Kepala Desa se-Kecamatan Langgudu, Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Toma), Kapolsek Langgudu Ipda Muhammad Suhaili beserta personel Polsek Langgudu.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Langgudu Ipda Muhammad Suhaili menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan silaturahmi antara Polri dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, doa bersama dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon perlindungan dan keselamatan sekaligus menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Langgudu tetap aman, tertib dan kondusif.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan. Menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolsek.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyampaikan pentingnya menjaga komunikasi, persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat, khususnya di tengah adanya sejumlah kejadian yang belakangan ini menjadi perhatian publik.

Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Apabila terdapat permasalahan maupun kejadian yang berpotensi mengganggu Kamtibmas, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Kapolsek menegaskan, sinergitas antara Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai dan nyaman.

“Kami berharap melalui silaturahmi dan doa bersama ini, persaudaraan semakin kuat dan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kecamatan Langgudu,” harapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Lukman, S.Pd., M.Pd. Dalam doa tersebut, seluruh peserta memanjatkan harapan agar masyarakat Kecamatan Langgudu senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan dan keberkahan, serta wilayah Kecamatan Langgudu selalu dalam keadaan aman, tertib, damai dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…