Berita

Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu di Tanjung Menangis

×

Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu di Tanjung Menangis

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Sumbawa kembali membongkar jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Tim Opsnal berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pengedar narkotika berinisial N (44) dan H (46) dalam operasi penindakan di beberapa lokasi berbeda di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kamis (27/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba Iptu Harirustaman, S.H., dalam pengungkapan kasus ini yang bermula dari laporan masyarakat yang resah karena kawasan Tanjung Menangis kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Sumbawa, Iptu Harirustaman, S.H., langsung memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Penyelidikan membuahkan hasil ketika petugas mendatangi sebuah kamar kos di Tanjung Menangis 3, Kelurahan Brang Biji (TKP I), tempat terduga pelaku berinisial N (44) sering melakukan transaksi. Sekitar pukul 09.00 WITA, petugas mendapati terduga sedang duduk di dalam kamar kosnya.

“Dengan disaksikan oleh perangkat kelurahan setempat, ditemukan 1 poket sabu seberat 1,86 gram brutto yang disembunyikan di dalam alat pemanas air, satu bendel klip kosong, uang tunai Rp775.000, HP android, serta bungkus rokok berisi tiga skop plastik dan tiga pipet.” ujar Kasat Resnarkoba.

Dari hasil interogasi singkat, Pelaku berinisial N (44) mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pria berinisial H. Tim Opsnal segera bergerak melakukan pengembangan untuk memburu terduga kedua.

Saat dalam perjalanan menuju rumah sasaran, tim berpapasan dengan pelaku berinisial H yang mengendarai sepeda motor Honda Vario merah tanpa nomor polisi di dalam Gang Tanjung Menangis 5 (TKP II). Petugas yang melihat terduga sempat membuang sesuatu ke pinggir jalan langsung melakukan penghadangan dan penangkapan. Disaksikan oleh saksi mata yang sama, polisi menemukan kotak kecil putih di pinggir jalan berisi 1 poket sabu seberat 1,36 gram brutto, 1 butir pil inex, dan 1 buah pipa kaca.

Polisi kemudian melanjutkan penyisiran ke rumah terduga inisial S di Tanjung Menangis 5 (TKP III) yang juga dilaporkan warga sering dijadikan tempat transaksi. Meskipun terduga berinisial SR tidak berada di tempat, penggeledahan tetap dilakukan dan petugas menyita sejumlah barang bukti pendukung berupa alat hisap (bong), timbangan digital, korek gas, gunting, serta klip kosong.

“Keberhasilan pengungkapan jaringan narkotika ini merupakan wujud ketegasan dan respons cepat kami atas keresahan masyarakat. Kedua terduga pelaku bersama seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Sumbawa guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut untuk memutuskan mata rantai peredarannya.” ujar Kasat Resnarkoba.

Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti dari tiga TKP meliputi total sabu seberat 3,22 gram brutto, pil inex, timbangan digital, alat hisap, uang tunai, hingga kendaraan bermotor telah dibawa ke Polres Sumbawa. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…