Berita

Personel Polres Lombok Timur Hadir Amankan Aktivitas Pelajar di Jalan Raya

×

Personel Polres Lombok Timur Hadir Amankan Aktivitas Pelajar di Jalan Raya

Share this article

Lombok Timur — Personel Polres Lombok Timur melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di kawasan sekolah sebagai bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya para pelajar yang beraktivitas di jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, personel terlihat mengatur kendaraan sekaligus membantu kelancaran pelajar yang hendak menyeberang jalan di sekitar kawasan SMAN 1 Selong. Kehadiran polisi di titik tersebut diharapkan dapat mencegah kemacetan serta meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

Kasi Humas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi mengatakan, kehadiran personel di tengah aktivitas masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib. “Kami terus mendorong personel untuk hadir di titik-titik yang membutuhkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, terutama di kawasan sekolah pada jam sibuk,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan pelajar dan pengguna jalan menjadi perhatian penting. Karena itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, berhati-hati saat berkendara, serta memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang dengan aman.

Polres Lombok Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran personel di lapangan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah hukum Polres Lombok Timur. Praktik pengaturan lalu lintas di depan sekolah juga menjadi bagian dari pola pelayanan yang telah diterapkan Polres Lombok Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…