Berita

Sambang Nusa Presisi Ditpolairud Polda NTB Sasar Desa Gili Gede Indah

×

Sambang Nusa Presisi Ditpolairud Polda NTB Sasar Desa Gili Gede Indah

Share this article

Lombok Barat – Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, menjadi sasaran kegiatan Sambang Nusa Presisi yang dilaksanakan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB.(27/8/2026)

Kegiatan tersebut melibatkan Kapal Polisi XXI-2007 yang bertugas di wilayah perairan Sekotong. Kegiatan dihadiri Kepala Desa Gili Gede Indah, Kepala Dusun Tanjungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, para nelayan, serta sekitar 50 orang masyarakat setempat.

Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Sakola, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Sambang Nusa Presisi merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat pesisir sekaligus mempererat silaturahmi dan menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Mewakili Dirpolairud Polda NTB, Kasubdit Patroli AKBP Kurniawaddin, S.Pi., M.M., menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku dalam melakukan aktivitas di laut. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menggunakan bahan peledak (handak) maupun potasium dalam menangkap ikan karena dapat membahayakan keselamatan serta merusak ekosistem laut.

Dalam kegiatan tersebut, Ditpolairud Polda NTB juga memberikan sarana kontak berupa 50 paket sembako kepada masyarakat Desa Gili Gede Indah. Pemberian tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Polri kepada masyarakat pesisir sekaligus mempererat hubungan dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Kepala Desa Gili Gede Indah, Bapak Awaludin, menyampaikan terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, serta bantuan yang diberikan Ditpolairud Polda NTB melalui kegiatan Sambang Nusa Presisi. Kehadiran Polri dinilai sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat pesisir dan kepulauan.

Masyarakat Desa Gili Gede Indah menyambut antusias kegiatan tersebut. Dengan dihadiri sekitar 50 orang masyarakat, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan serta kelestarian wilayah perairan.

Melalui kegiatan Sambang Nusa Presisi, Ditpolairud Polda NTB terus berkomitmen membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat pesisir guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah perairan NTB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…