Berita

Berikan Rasa Aman di Pagi Hari, Personel Polsek Rhee Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas di Depan SDN Rhee Beru

×

Berikan Rasa Aman di Pagi Hari, Personel Polsek Rhee Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas di Depan SDN Rhee Beru

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Rhee terus konsisten memberikan pelayanan prima kepada masyarakat melalui kegiatan poros pagi (strong point). Personil Polsek Rhee melaksanakan kegiatan pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi kerawanan pagi serta memberikan rasa aman bagi para pelajar yang hendak beraktivitas ke sekolah, Kamis (28/08/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Rhee IPDA Mulyawansyah, S.H., dalam kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas pagi ini dimulai sejak pukul 06.30 WITA hingga selesai.

Pelaksanaan strong point kali ini dipusatkan di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rhee Beru, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Adapun personel pelaksana di lapangan yaitu Aipda Syamsul Bahri bersama Briptu Aldo Stiawan.

“Kegiatan strong point di pagi hari ini merupakan langkah preemtif dan preventif yang secara rutin diambil oleh jajaran Polsek Rhee guna menjawab tingginya mobilitas masyarakat serta aktivitas anak-anak sekolah yang menyeberang jalan pada jam-jam rawan kecelakaan.” ujar Kapolsek Rhee.

Kehadiran personel di titik-titik krusial seperti depan sekolah sangat dibutuhkan untuk meminimalisir pelanggaran lalu lintas yang sering kali dilakukan oleh pengendara yang terburu-buru beraktivitas di pagi hari.

“Kehadiran anggota kepolisian di jalan raya pada jam sibuk pagi hari ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas). Petugas tampak aktif membantu anak-anak sekolah menyeberangi jalan raya yang ramai kendaraan, sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar gerbang sekolah guna mencegah potensi terjadinya kecelakaan maupun kemacetan.” ujar Petugas di sela-sela kesibukannya.

Melalui kegiatan rutin strong point ini, Polsek Rhee berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa di lingkungan sekolah.

Seluruh rangkaian kegiatan pengaturan lalu lintas di depan SDN Rhee Beru tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib, serta terkendali tanpa adanya hambatan yang berarti. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…