Berita

Bripda Dodi Eko Anggota Polsek Bancar Turun ke Ladang, Bantu Warga Jemur Hasil Panen Jagung

×

Bripda Dodi Eko Anggota Polsek Bancar Turun ke Ladang, Bantu Warga Jemur Hasil Panen Jagung

Share this article

 

BANCAR – Wujud nyata kepedulian Kepolisian Terhadap Ketahanan Pangan Nasional Kembali Ditunjukkan Oleh Anggota Polsek Bancar, Polresta Tuban. Bripda Dodi Eko, Anggota Polsek Bancar, Turun Langsung Membantu Warga Desa Tergambang Dalam Proses Penjemuran Hasil Panen Jagung.

Kegiatan Tersebut Dilaksanakan Atas Arahan Dan Petunjuk Dari Kapolsek Bancar Serta Kapolresta Tuban Guna Mendukung Program Ketahanan Pangan Sekaligus Mempererat Hubungan Silaturahmi Antara Kepolisian Dan Masyarakat Desa Setempat.

Di Bawah Terik Matahari, Bripda Dodi Eko Bersama Warga Bahu-Membahu Mengeringkan Bulir-Bulir Jagung Hasil Panen Agar Memiliki Quality Dan Nilai Jual Yang Baik. Kehadiran Anggota Polri Di Tengah-Tengah Petani Ini Mendapat Sambutan Hangat Dari Warga Desa Tergambang.

Bripda Dodi Eko Menyampaikan Bahwa Pendampingan Ini Merupakan Bentuk Pelayanan Dan Pengabdian Polri Untuk Masyarakat. “Sesuai Arahan Pimpinan, Kami Hadir Untuk Membantu Dan Memastikan Para Petani Mendapat Pendampingan Maksimal, Mulai Dari Masa Tanam Hingga Pascapanen Seperti Penjemuran Jagung Ini,” Ujarnya.

Sementara Itu, Salah Satu Warga Desa Tergambang Mengungkapkan Rasa Terima Kasih Atas Bantuan Dan Kepedulian Dari Polsek Bancar Dan Polresta Tuban. Kehadiran Polisi Di Areal Pertanian Dinilai Sangat Membantu Dan Memberikan Semangat Bagi Para Petani Lokal.

Melalui Kegiatan Ini, Diharapkan Sinergitas Antara Polri Dan Masyarakat Semakin Kuat Serta Mampu Menjaga Stabilitas Ketahanan Pangan Di Wilayah Hukum Polsek Bancar, Polresta Tuban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…