Berita

Sigap Padamkan Karhutla di Kilometer 84 Lunyuk, Polsek Bersama Damkar dan Warga Selamatkan Lahan Tanam Warga

×

Sigap Padamkan Karhutla di Kilometer 84 Lunyuk, Polsek Bersama Damkar dan Warga Selamatkan Lahan Tanam Warga

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lunyuk kembali bergerak cepat menanggulangi insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di jalur lintas utama. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Kilometer 84 Jalan Lintas Sumbawa–Lunyuk, tepatnya di Dusun Jelapang, Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Selasa (25/08/2026) siang.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Polsek Lunyuk IPTU Lalu Eka Prahardian, S.A.P., M.M.Inov., dalam aksi tanggap darurat yang dilakukan secara sinergis ini berhasil mencegah api merembes lebih luas dan menyelamatkan kawasan perkebunan warga.

“Berdasarkan data dan pengamatan di lapangan, insiden kebakaran yang terpantau sekitar pukul 11.30 WITA tersebut diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia, yakni warga yang membuang puntung rokok sembarangan di pinggir jalan raya.” Ujar Kapolsek Lunyuk.

Begitu menerima informasi adanya titik api, personel Polsek Lunyuk langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara pada pukul 11.30 WITA, petugas bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Lunyuk yang dibantu oleh warga sekitar bahu-membahu melakukan upaya pemadaman.

Berkat kerja sama yang solid serta kesigapan petugas di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya dalam waktu kurang lebih satu jam, tepatnya pada pukul 12.30 WITA.

“Akibat insiden tersebut, kebakaran menghanguskan sebagian areal Lahan Hutan dan Lahan Pengganti (LHLP) yang merupakan lahan pengganti dari PT milik warga setempat. Sejumlah tanaman produktif yang berada di lokasi tersebut terdampak, di antaranya pohon kelengkeng, pohon nangka, pohon rambutan, serta pohon kemiri.” Ujar petugas lapangan.

Menindaklanjuti peristiwa ini, pihak kepolisian memberikan catatan penting perlunya peningkatan langkah preventif. Penyuluhan secara masif kepada masyarakat akan terus digencarkan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok atau membakar lahan di musim kemarau, guna mencegah gangguan pernapasan serta terganggunya jarak pandang para pengendara yang melintas.

Selain itu, Polsek Lunyuk akan memperkuat koordinasi lintas sektoral bersama Pemerintah Kecamatan Lunyuk, Koramil 1607-07/Lunyuk, Dinas Damkar, KPH Wilayah IV, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengintensifkan pemantauan terhadap potensi titik api di wilayah Kecamatan Lunyuk. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…