Berita

Antisipasi Tindak Kriminal Polsek Terara Intensifkan Patroli

×

Antisipasi Tindak Kriminal Polsek Terara Intensifkan Patroli

Share this article

Lombok Timur — Personel Polsek Terara melaksanakan patroli antisipasi 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Terara, Selasa (25/8/2026) dini hari.

Kegiatan patroli dilaksanakan sekitar pukul 01.57 Wita dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), salah satunya di wilayah Punik, Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Patroli dipimpin oleh Ps. Kaspkt I bersama personel piket menggunakan kendaraan dinas patroli. Petugas menyambangi dan melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan, pusat keramaian, permukiman warga, serta ruas jalan yang minim penerangan.

Dalam pelaksanaan patroli, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang ditemui agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kegiatan patroli tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak pidana, khususnya 3C, sekaligus memastikan kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam-jam rawan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Terara terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Polsek Terara akan terus meningkatkan kegiatan patroli secara berkala sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…