Berita

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Fasilitasi Problem Solving, Warga Sepakat Berdamai

×

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Fasilitasi Problem Solving, Warga Sepakat Berdamai

Share this article

Kota Bima, NTB – Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatibaru Polsek Asakota Polres Bima Kota Aipda Rano Yatno bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Ule melaksanakan problem solving dengan memfasilitasi penyelesaian permasalahan warga binaan, Selasa (24/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 20.30 WITA bertempat di Mako Polsek Asakota Polres Bima Kota. Penyelesaian masalah dilakukan setelah sebelumnya terjadi selisih paham antara kedua belah pihak yang berujung pada dugaan penganiayaan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota Iptu Mirafuddin menjelaskan, problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan secara humanis dan kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak dipertemukan untuk menyampaikan permasalahan masing-masing. Proses mediasi turut disaksikan oleh orang tua/wali serta Ketua RT/RW dari masing-masing pihak.

Setelah dilakukan mediasi dan musyawarah secara kekeluargaan, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Mereka juga sepakat tidak memperpanjang permasalahan serta berjanji tidak mengulangi tindakan yang dapat memicu perselisihan kembali.

Sementara itu, orang tua/wali dari masing-masing pihak turut menyatakan kesanggupan untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak mereka guna mencegah terjadinya kejadian serupa.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatibaru dan Kelurahan Ule memberikan imbauan kepada kedua belah pihak agar tidak mudah terpancing emosi serta menghindari segala bentuk kekerasan.

“Kami mengimbau kedua pihak untuk saling menghormati, tidak melakukan provokasi maupun tindakan balasan yang dapat kembali memicu konflik. Permasalahan yang telah diselesaikan secara kekeluargaan hendaknya tidak diulangi,” jelas Iptu Mirafuddin.

Bhabinkamtibmas juga mengingatkan para orang tua atau wali agar lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anaknya. Hal tersebut dinilai penting untuk membentuk perilaku yang lebih baik sekaligus mencegah anak terlibat dalam perselisihan maupun tindakan kekerasan.

Melalui kegiatan problem solving tersebut, Polres Bima Kota terus mendorong penyelesaian permasalahan di tengah masyarakat secara humanis, mengedepankan musyawarah serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai pengemban fungsi pembinaan masyarakat.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, dengan kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk menjaga hubungan baik serta bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…