Berita

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Edukasi Warga Kendo Cegah Kebakaran Rumah

×

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Edukasi Warga Kendo Cegah Kebakaran Rumah

Share this article

Kota Bima, NTB – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kendo, Polsubsektor Raba, Polsek Rasanae Timur Polres Bima Kota Aipda Arif Munandar melaksanakan sambang warga binaan sekaligus memberikan edukasi terkait pencegahan kebakaran rumah, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WITA bertempat di RT 06/02, Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Timur Iptu Kunto T. Prakoso menjelaskan, kegiatan sambang merupakan bagian dari upaya Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan dan bahaya di lingkungan tempat tinggal.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Arif Munandar memberikan edukasi kepada warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang berpotensi menjadi sumber kebakaran, seperti kompor, tabung LPG, instalasi listrik serta berbagai peralatan elektronik.

“Warga diimbau untuk memastikan kompor benar-benar sudah dimatikan ketika meninggalkan rumah. Peralatan listrik yang tidak diperlukan juga agar dimatikan guna mencegah terjadinya korsleting maupun kebakaran,” jelas Iptu Kunto.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar serta segera mengambil langkah pencegahan apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Selain edukasi pencegahan kebakaran, Aipda Arif Munandar turut mengajak warga binaan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

Masyarakat juga diimbau agar segera menghubungi Call Center 110 Polres Bima Kota apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas maupun permasalahan yang berpotensi berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan sambang berlangsung aman dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran semakin meningkat serta tercipta lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…