Berita

Polsek Bangilan Dorong Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa

×

Polsek Bangilan Dorong Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa

Share this article

Polsek Bangilan Polresta Tuban terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Salah satu bentuk nyata kegiatan tersebut dilakukan melalui pemantauan dan pendampingan tanaman jagung yang dikelola masyarakat di wilayah desa binaan.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Bangilan turun langsung ke lahan pertanian untuk melihat kondisi dan perkembangan tanaman jagung. Kehadiran anggota di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya Polri untuk memberikan pendampingan sekaligus mendorong masyarakat agar terus memanfaatkan lahan produktif secara optimal.

Program ketahanan pangan tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian pangan di tingkat keluarga dan desa. Pemanfaatan lahan yang tersedia, baik lahan pertanian maupun pekarangan, diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat tanaman pangan serta memanfaatkan potensi pertanian yang ada di lingkungan masing-masing. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Kapolsek Bangilan AKP Muhammad Yusuf, S.H., M.M. menyampaikan bahwa Polsek Bangilan akan terus mendukung berbagai kegiatan positif masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di desa, Polri diharapkan dapat terus memberikan manfaat, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mendukung terwujudnya desa yang mandiri dan tangguh dalam bidang pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…