Berita

Unit Lantas Polsek Rasanae Barat Laksanakan Rawan Pagi, Wujudkan Kamseltibcarlantas di Depan MTsN I Kota Bima

×

Unit Lantas Polsek Rasanae Barat Laksanakan Rawan Pagi, Wujudkan Kamseltibcarlantas di Depan MTsN I Kota Bima

Share this article

Bima Kota, NTB – Unit Lantas Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Rawan Pagi/Strong Point Pagi sebagai upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 06.30 WITA bertempat di depan MTsN I Kota Bima, Padolo, Jalan Sultan Kharuddin, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kegiatan menyasar anak sekolah, pejalan kaki, pengendara roda dua maupun roda empat, siswa-siswi serta masyarakat yang melaksanakan aktivitas pada pagi hari.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar menjelaskan, kegiatan Rawan Pagi merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya pada jam sibuk saat aktivitas sekolah dan masyarakat mulai meningkat.

“Personel Unit Lantas Polsek Rasanae Barat memberikan imbauan Kamseltibcarlantas kepada para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” jelas AKP Adhar.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengingatkan para pengendara agar melengkapi surat-surat kendaraan serta selalu menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Selain memberikan imbauan, kehadiran personel di lokasi juga bertujuan membantu memperlancar arus lalu lintas, terutama di sekitar kawasan sekolah yang ramai dilalui kendaraan dan pelajar pada pagi hari.

“Dengan kehadiran personel di lapangan, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa-siswi maupun masyarakat serta mencegah terjadinya kecelakaan dan gangguan lalu lintas,” tambahnya.

Kegiatan Rawan Pagi/Strong Point Pagi berlangsung aman dan lancar. Polsek Rasanae Barat berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna mewujudkan situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah hukum Polsek Rasanae Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…