Berita

Jaga Kelancaran dan Ketenangan Pagi, Personel Polsek Pemenang Turun Jalan Atur Lalu Lintas di Simpang Empat

×

Jaga Kelancaran dan Ketenangan Pagi, Personel Polsek Pemenang Turun Jalan Atur Lalu Lintas di Simpang Empat

Share this article

 

LOMBOK UTARA – Guna mengantisipasi potensi kemacetan serta menekan angka kecelakaan lalu lintas pada jam sibuk masyarakat, personel Polsek Pemenang jajaran Polres Lombok Utara melaksanakan kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan berupa Pengaturan Lalu Lintas Rawan Pagi, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut dipusatkan di lokasi strategis Simpang Empat Pemenang, tempat bertemunya arus kendaraan warga yang memulai aktivitas harian.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta., S.I.K melalui Kapolsek Pemenang AKP Edi Setiawan., S.H., P.Si., menyampaikan bahwa penempatan personel di titik-titik rawan merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima, kenyamanan, serta menjamin keselamatan para pengguna jalan, khususnya anak sekolah dan pekerja di pagi hari.

Dalam giat tersebut, dua personel piket jaga Polsek Pemenang, yakni Aiptu Samsul Watoni dan Bripka Hariawan Setiadi, diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengatur ritme kendaraan dari berbagai arah agar tetap tertib dan lancar.

“Kehadiran anggota di lapangan pada jam rawan pagi bertujuan untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas serta mencegah penumpukan kendaraan. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolsek Pemenang.

Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar Simpang Empat Pemenang terpantau aman, tertib, dan terkendali. Polsek Pemenang juga imbau kepada seluruh pengendaran untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…