Berita

Polwan Polda NTB Goes to School, Edukasi Pelajar tentang PPA, PPO, Narkoba dan Tertib Berlalu Lintas

×

Polwan Polda NTB Goes to School, Edukasi Pelajar tentang PPA, PPO, Narkoba dan Tertib Berlalu Lintas

Share this article

 

MATARAM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78, Polwan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kegiatan Polwan Goes to School di lingkungan SD Kristen Aletheia dan SMP Kristen Aletheia Mataram, Senin, 24 Agustus 2025.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Polwan di tengah dunia pendidikan sekaligus upaya memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelajar sejak dini mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan dan perlindungan anak.

Dalam kegiatan tersebut, para Polwan Polda NTB memberikan sejumlah materi edukasi kepada siswa, di antaranya terkait Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Pencegahan dan Penanganan Perundungan (PPO), bahaya penyalahgunaan narkoba, serta keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali bentuk-bentuk kekerasan dan perundungan, berani menyampaikan atau melaporkan apabila mengalami maupun mengetahui tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, edukasi mengenai bahaya narkoba diberikan untuk menanamkan kesadaran kepada para pelajar agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Materi keselamatan berlalu lintas juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para pelajar diingatkan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memahami pentingnya keselamatan saat berada di jalan, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Kegiatan Polwan Goes to School berlangsung dengan suasana edukatif dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan serta berinteraksi langsung dengan personel Polwan Polda NTB.

Melalui kegiatan ini, Polwan Polda NTB berharap edukasi yang diberikan dapat membentuk karakter pelajar yang lebih sadar hukum, berani melawan perundungan, menjauhi narkoba, serta memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Polwan Polda NTB untuk terus hadir dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak, serta membangun kedekatan antara Polri dan generasi muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…