Berita

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Tingkatkan Patroli Rutin, Sasar Buruh hingga Calon Penumpang

×

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Tingkatkan Patroli Rutin, Sasar Buruh hingga Calon Penumpang

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melaksanakan patroli rutin di wilayah hukumnya, Selasa (25/8/2026) malam.

Kegiatan patroli dilaksanakan sekitar pukul 20.20 WITA dengan menyasar kawasan Pelabuhan Bima, khususnya Terminal 1 dan Terminal 2. Sasaran patroli meliputi buruh, Anak Buah Kapal (ABK), sopir, pedagang, masyarakat serta calon penumpang kapal yang beraktivitas di area pelabuhan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Iptu Yakub menjelaskan, patroli rutin tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas di kawasan pelabuhan.

“Personel melaksanakan patroli sekaligus memberikan imbauan kepada para buruh, sopir, pedagang maupun masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Pelabuhan Bima,” jelas Iptu Yakub.

Dalam kegiatan tersebut, personel mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan, membawa maupun menguasai senjata tajam (sajam) tanpa alasan yang dibenarkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengonsumsi maupun menjual minuman keras (miras) karena dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban.

Petugas juga mengajak seluruh pengguna jasa dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan untuk ikut berperan menjaga situasi tetap aman, tertib dan kondusif.

“Dengan patroli rutin dan kegiatan dialogis ini, kami berharap potensi gangguan Kamtibmas dapat dicegah sejak dini sehingga aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Bima dapat berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Kegiatan patroli berlangsung dengan aman dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di kawasan pelabuhan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pengguna jasa transportasi laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…