Berita

Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade, di Pujut

×

Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade, di Pujut

Share this article

LOMBOK TENGAH (NTB) – Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah dan Personel Piket Polsek Pujut bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda kawasan Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Sabtu malam.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah IPTU Lalu Brata menyampaikan bahwa, menurut keterangan saksi dari warga setempat, kebakaran pertama kali terlihat sekitar pukul 22.00 WITA. Kebakaran tersebut cepat meluas akibat embusan angin serta material bangunan yang mayoritas terbuat dari ilalang dan bambu.

“Menanggapi situasi darurat tersebut, piket Polsek Pujut bersama personel Polresta Lombok Tengah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan area, membantu evakuasi warga, serta mengoordinasikan penambahan armada pemadam kebakaran,” terang Kasi Humas.

Ia juga menyampaikan, untuk mengendalikan kobaran api yang sempat meluas hingga ke pemukiman sekitar, kepolisian juga membantu dengan mengerahkan 1 unit Rantis Water Cannon Brimob Rembitan dan Mobil Tangki Polres Lombok Tengah guna membackup 5 unit Damkar Pemkab Lombok Tengah serta Damkar Pemprov NTB.

“Kapolresta Lombok Tengah bersama Bupati Lombok Tengah turut hadir mendampingi Bapak Kapolda dan Gubenur NTB untuk meninjau langsung proses pemadaman di lokasi kejadian pada pukul 23.30 WITA,” ucapnya.

Kepolisian juga mengawal ketat koordinasi awal bersama aparat desa dan kecamatan untuk memastikan keselamatan sekitar 500 warga yang bermukim di kawasan budaya tersebut.

Petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 03.30 WITA. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menghanguskan 89 dari 150 bangunan tersebut.

“Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti timbulnya api, Sat Reskrim Polresta Lombok Tengah telah memasang garis polisi (police line) dan melakukan pengamanan di seluruh area terdampak,” tutup Kasi Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…