Berita

Polwan Polres Bima Kota Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah Sambut HUT Polwan Ke-78

×

Polwan Polres Bima Kota Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah Sambut HUT Polwan Ke-78

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) Ke-78 Tahun 2026, Polwan Polres Bima Kota menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Donor Darah sebagai bentuk kepedulian serta pengabdian Polri kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 Wita, bertempat di Poliklinik Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan dan Donor Darah tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Polwan Ke-78 Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Polwan Polres Bima Kota memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan kontribusi Polwan dalam membantu sesama.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Raba IPDA Eka Turkiani, S.H., bersama Kasi Humas Polres Bima Kota IPDA Baiq Fitrianingsih selaku senior Polwan Polres Bima Kota, serta diikuti seluruh personel Polwan Polres Bima Kota.

Pelayanan kesehatan gratis mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran Polwan dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat di bidang kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan Bakti Kesehatan dan Donor Darah ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri, khususnya Polwan, senantiasa hadir dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat serta semakin mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat,” jelas AKBP Mubiarto.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Polwan Polres Bima Kota untuk terus meningkatkan semangat pengabdian, kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…