Berita

Sat Lantas Polres Bima Kota Gelar Blue Light Patrol, Imbau Tertib Berlalu Lintas

×

Sat Lantas Polres Bima Kota Gelar Blue Light Patrol, Imbau Tertib Berlalu Lintas

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, Sat Lantas Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Blue Light Patrol di sejumlah ruas jalan dalam wilayah hukum Polres Bima Kota.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 WITA, bertempat di Jalan Soekarno Hatta, Cabang RSUD Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas IPTU Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menjelaskan bahwa personel Sat Lantas melaksanakan patroli Blue Light sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas dan keamanan lalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar senantiasa mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan lalu lintas. Masyarakat juga diingatkan untuk berkendara dengan tertib dan berhati-hati guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, patroli juga menyasar potensi terjadinya tindak pidana 3C, yakni curat, curas dan curanmor, serta mengantisipasi aksi balapan liar yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Kasat Lantas menegaskan bahwa kegiatan Blue Light Patrol akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Melalui kegiatan tersebut, Sat Lantas Polres Bima Kota mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan lingkungan demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…