Berita

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Gelar Patroli Cipkon, Sasar Buruh dan Masyarakat

×

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Gelar Patroli Cipkon, Sasar Buruh dan Masyarakat

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melaksanakan Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WITA, dengan sasaran masyarakat umum dan buruh Pelabuhan Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Iptu Yakub, menjelaskan bahwa personel jaga Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melaksanakan patroli Cipkon secara mobile dan dialogis di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan Kamtibmas.

Dalam pelaksanaannya, personel mengedepankan pendekatan humanis dengan menyambangi warga yang sedang berkumpul serta berdialog langsung dengan kelompok buruh pelabuhan. Personel juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas secara persuasif agar masyarakat turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan.

Selain berdialog dengan masyarakat, personel melakukan pengamatan terhadap situasi lingkungan serta aktivitas masyarakat dan buruh pelabuhan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya tindak kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), maupun gangguan keamanan lainnya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima menegaskan bahwa patroli Cipkon merupakan langkah preventif Kepolisian untuk meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Dengan kegiatan patroli yang dilaksanakan secara rutin dan dialogis tersebut, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima tetap aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…