Berita

Blue Light Patrol Sat Lantas Polres Bima Kota Antisipasi 3C dan Balap Liar

×

Blue Light Patrol Sat Lantas Polres Bima Kota Antisipasi 3C dan Balap Liar

Share this article

Kota Bima, NTB – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bima Kota terus meningkatkan kegiatan patroli malam sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus mengantisipasi tindak kriminalitas dan aksi balap liar.

Pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA, personel Sat Lantas Polres Bima Kota melaksanakan Blue Light Patrol di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kota Bima, dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan Kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas dan Curanmor).

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas Polres Bima Kota IPTU Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus mengantisipasi aksi balap liar yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Patroli dilaksanakan secara mobile di wilayah hukum Polres Bima Kota, khususnya di sepanjang Jalan Soekarno Hatta serta kawasan depan Kantor Wali Kota Bima yang menjadi salah satu lokasi antisipasi balap liar,” jelas Kasat Lantas.

Selain melaksanakan patroli, personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan situasi tetap aman dan tertib. Petugas turut memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor yang ditemukan tidak menggunakan helm serta mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

Personel Sat Lantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam berkendara, melengkapi kelengkapan kendaraan, menggunakan helm standar, serta tidak melakukan aksi balap liar.

Kasat Lantas menambahkan, kegiatan Blue Light Patrol akan terus ditingkatkan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain mencegah tindak pidana 3C dan balap liar, kegiatan tersebut diharapkan dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas serta menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi arus lalu lintas dan Kamtibmas di sepanjang Jalan Soekarno Hatta hingga kawasan depan Kantor Wali Kota Bima terpantau aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…