Berita

Jaga Keamanan Malam Hari, Polsek Rasanae Timur Intensifkan Blue Light Patrol

×

Jaga Keamanan Malam Hari, Polsek Rasanae Timur Intensifkan Blue Light Patrol

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Rasanae Timur Polres Bima Kota rutin meningkatkan kegiatan patroli malam melalui Blue Light Patrol.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 20.30 WITA, di wilayah hukum Polsek Rasanae Timur, Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Timur IPTU Kuntho T. Prakoso menjelaskan bahwa kegiatan Blue Light Patrol merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas dan tindak kriminalitas.

Patroli dipimpin oleh Bawas Polsek Rasanae Timur AIPTU Hanafi bersama personel Polsek Rasanae Timur. Dalam pelaksanaannya, personel menyusuri sejumlah ruas jalan protokol serta lokasi yang dianggap rawan terjadinya gangguan keamanan.

Selain melakukan patroli mobile, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan Kamtibmas agar masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya gangguan Kamtibmas.

Personel juga menyambangi sejumlah objek vital, tempat yang menjadi pusat aktivitas dan kunjungan masyarakat, serta lokasi yang dinilai memiliki potensi terjadinya tindak pidana di wilayah hukum Polsek Rasanae Timur.

Kapolsek Rasanae Timur menegaskan bahwa kegiatan Blue Light Patrol akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kriminal, keributan maupun gangguan Kamtibmas lainnya, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” jelas IPTU Kuntho T. Prakoso.

Dengan kegiatan patroli yang dilakukan secara rutin dan dialogis, Polsek Rasanae Timur berharap situasi Kamtibmas di wilayah hukumnya tetap aman, tertib dan kondusif, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…