Berita

Polres Sumbawa Barat dan Kejaksaan, Perkuat Sinergi Perkokoh Kolaborasi untuk Penegakan Hukum Berkeadilan

×

Polres Sumbawa Barat dan Kejaksaan, Perkuat Sinergi Perkokoh Kolaborasi untuk Penegakan Hukum Berkeadilan

Share this article

SUMBAWA BARAT – Sinergitas antaraparat penegak hukum di Kabupaten Sumbawa Barat terus diperkuat. Hal tersebut tercermin dalam pertemuan jajaran Polres Sumbawa Barat bersama Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekompakan.Selasa,(18/08/2026)

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang semakin solid dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Kebersamaan yang ditunjukkan jajaran Polres Sumbawa Barat dan Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat menjadi gambaran bahwa penegakan hukum tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan koordinasi, komunikasi, serta kolaborasi yang kuat agar setiap proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan kepastian hukum bagi masyarakat. Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing institusi diharapkan dapat dikoordinasikan secara efektif.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H.,S.I.K., M.Si Melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Iptu Anak Agung Made Subrata menyampaikan bahwa sinergitas dengan Kejaksaan merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung terciptanya penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

“Sinergitas dan komunikasi yang baik dengan Kejaksaan tentu menjadi kekuatan bersama dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Kami berharap hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini terus dipelihara dan ditingkatkan demi memberikan pelayanan serta kepastian hukum yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga penegak hukum juga menjadi bagian dari komitmen Polres Sumbawa Barat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Dengan semangat “Bersama, Bersinergi untuk Negeri”, Polres Sumbawa Barat dan Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi, sehingga kehadiran aparat penegak hukum benar-benar dapat dirasakan masyarakat dalam menciptakan rasa aman, keadilan, dan ketertiban di Bumi Pariri Lema Bariri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…