Berita

Mutasi Jajaran Polres Sumbawa, Kapolres Pimpin Langsung Upacara Sertijab Kasat Samapta dan Sejumlah Kapolsek

×

Mutasi Jajaran Polres Sumbawa, Kapolres Pimpin Langsung Upacara Sertijab Kasat Samapta dan Sejumlah Kapolsek

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) untuk sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., memimpin langsung jalannya upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Sumbawa, Rabu (19/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. dalam upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WITA ini yang dihadiri oleh Wakapolres Sumbawa Kompol Didik Harianto, S.H., para Pejabat Utama (PJU), para perwira, kapolsek jajaran, serta seluruh personel gabungan dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Sumbawa.

Upacara tersebut diikuti oleh susunan pasukan yang terdiri atas satu pleton perwira Polres Sumbawa, satu pleton Sat Samapta Polres Sumbawa, satu pleton gabungan staf Polres Sumbawa, satu pleton Sat Lantas Polres Sumbawa, serta satu pleton gabungan dari Sat Reskrim, Sat Intelkam, dan Sat Narkoba Polres Sumbawa.

Pelaksanaan sertijab ini didasarkan pada Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Nomor: KEP/540/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda NTB. Adapun pejabat yang melaksanakan rotasi dan serah terima jabatan meliputi IPTU Zainal Arifin, S.H. dari jabatan lama sebagai PS. Kapolsek Moyohulu kini diangkat dalam jabatan baru sebagai PS. Kasi Humas Polres Sumbawa. IPTU Tahir Lantu dari jabatan lama PS. Kasat Samapta Polres Sumbawa kini mengemban amanah baru sebagai PS. Kapolsek Moyohulu. AKP Awaluddin, S.AP., M.M.Inov. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Utan kini dipercaya sebagai Kasat Samapta Polres Sumbawa. IPTU Husni dari jabatan lama PS. Kapolsek Moyohilir kini menduduki posisi baru sebagai PS. Kapolsek Utan. IPTU Totok Ari Suwondo, S.H., M.Si. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Buer kini diangkat sebagai PS. Kapolsek Moyohilir. IPDA Romy Octovian Munir, S.H. dari Kapolsek Rhee kini berpindah tugas sebagai Kapolsek Buer. IPDA Mulyawansyah, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasubsiluhkum Sikum Polres Sumbawa kini dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kapolsek Rhee.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan didampingi oleh rohaniawan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah, serta penandatanganan pakta integritas oleh masing-masing pejabat baru.

Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa, laporan komandan upacara, serta pemberian ucapan selamat oleh Kapolres Sumbawa yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan pleton perwira, Sat Samapta, Sat Lantas, gabungan staf, serta unsur reskrim, intelkam, dan narkoba ini berakhir pada pukul 07.40 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

“Pelaksanaan Sertijab ini merupakan bagian dari dinamika organisasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Mutasi dan rotasi jabatan tidak hanya bertujuan untuk pembinaan karier personel serta penyegaran struktur organisasi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan pelaksanaan tugas operasional kepolisian demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang tetap kondusif di wilayah hukum Polres Sumbawa”, Ujar Kapolres Sumbawa.

Seluruh rangkaian upacara serah terima jabatan ini berjalan dengan khidmat, tertib, and lancar, menandai dimulainya lembaran baru pengabdian para pejabat dalam memperkuat kinerja institusi Kepolisian Resor Sumbawa. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…