Berita

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Tingkatkan Patroli Rutin, Himbau Masyarakat Jaga Kamtibmas

×

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Tingkatkan Patroli Rutin, Himbau Masyarakat Jaga Kamtibmas

Share this article

Kota Bima, NTB – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima terus meningkatkan kegiatan patroli rutin sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di kawasan Pelabuhan Bima.

Kegiatan patroli dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 Wita, bertempat di Pelabuhan Bima, Terminal 1 dan Terminal 2, dengan sasaran para buruh, Anak Buah Kapal (ABK), sopir, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima IPTU YAKUB, menjelaskan bahwa patroli dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, khususnya saat berlangsung aktivitas bongkar muat barang campuran yang dilakukan oleh para buruh di area Pelabuhan Bima.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima juga menyampaikan sejumlah himbauan Kamtibmas kepada ABK, sopir, buruh dan masyarakat yang berada di kawasan pelabuhan.

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kebersihan laut maupun lingkungan sekitar Pelabuhan Bima dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Selain itu, para sopir dan pemilik kendaraan diingatkan agar memarkirkan kendaraannya di tempat yang aman serta memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci. Masyarakat juga disarankan menggunakan kunci pengaman tambahan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan Pelabuhan Bima,” jelas IPTU YAKUB.

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima akan terus melaksanakan patroli secara rutin guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…