Berita

Sat Binmas Polres Bima Kota Laksanakan Cooling System dan Sosialisasi Layanan 110 di Pertamina

×

Sat Binmas Polres Bima Kota Laksanakan Cooling System dan Sosialisasi Layanan 110 di Pertamina

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Cooling System, himbauan Kamtibmas, dan sosialisasi layanan Call Center 110.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 Wita, bertempat di PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Bima, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO S.I.K., M.M., melalui Kasat Binmas IPTU AGUS SUPRIYANTO, menjelaskan bahwa kegiatan Cooling System tersebut menyasar para karyawan dan teknisi PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Bima.

Dalam kegiatan itu, personel Sat Binmas membangun komunikasi dan silaturahmi dengan karyawan serta teknisi sekaligus menyampaikan sejumlah pesan Kamtibmas. Masyarakat di lingkungan kerja tersebut diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, baik di tempat kerja maupun lingkungan sekitar.

Kanit Binpolmas mengimbau kepada seluruh karyawan dan teknisi agar senantiasa menaati aturan serta tidak melakukan tindakan yang dapat melanggar hukum dan mengganggu situasi Kamtibmas.

“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh karyawan dan teknisi untuk berperan aktif menjaga lingkungan kerja agar tetap aman, tertib dan kondusif,” ujar Kasat Binmas.

Selain memberikan himbauan Kamtibmas, personel Sat Binmas juga menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 kepada para karyawan dan teknisi.

Disampaikan bahwa layanan 110 dapat diakses masyarakat selama 24 jam secara gratis untuk menyampaikan laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Sat Binmas Polres Bima Kota berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin baik antara Polri dengan masyarakat, khususnya dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…