Berita

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Sambangi Warga, Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas

×

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Sambangi Warga, Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota terus meningkatkan kegiatan sambang dan komunikasi langsung dengan warga binaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Sarae Polsek Rasana’e Barat, Polres Bima Kota, AIPTU ERMAN, pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 Wita, bertempat di Lingkungan Sarae RT 05 RW 02, Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima.

Dalam kegiatan tersebut, AIPTU ERMAN menyambangi sejumlah warga masyarakat Kelurahan Sarae yang sedang berkumpul di lingkungan setempat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi serta mempererat hubungan silaturahmi antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasana’e Barat AKP ADHAR, menjelaskan bahwa kegiatan sambang merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi terkait situasi Kamtibmas di wilayah binaan.

Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas mengimbau warga agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Masyarakat juga diajak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan Kamtibmas.

“Melalui kegiatan sambang seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat segera diketahui dan ditangani secara bersama-sama,” jelas Kapolsek.

Kegiatan sambang berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…