Berita

Sambang Duka, Polres Bima Kota Wujudkan Kepedulian Polri kepada Masyarakat

×

Sambang Duka, Polres Bima Kota Wujudkan Kepedulian Polri kepada Masyarakat

Share this article

Kota Bima, NTB – Sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, Polres Bima Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Melayu Polsek Asakota melaksanakan kegiatan sambang duka ke rumah warga yang sedang berduka.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 09.30 Wita, bertempat di rumah duka di RT 013/RW 006, Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Melayu Polsek Asakota Polres Bima Kota, Aipda Feri Fadlin, hadir secara langsung untuk menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhumah Nurbaiduri binti Syeh Al Idrus, 50 tahun, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Provinsi NTB pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 Wita.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan sambang duka merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada warga yang sedang mengalami musibah dan kehilangan anggota keluarga.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah keluarga yang sedang berduka merupakan wujud empati dan kepedulian Polri. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah,” ujar Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Feri Fadlin turut mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Kepada keluarga yang ditinggalkan, disampaikan doa agar diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

Kegiatan sambang duka ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat binaannya, serta menunjukkan bahwa Polri senantiasa hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam berbagai situasi sosial yang dihadapi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…