Berita

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa Buin Baru Sambangi Petani Jagung di Uma Propok

×

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa Buin Baru Sambangi Petani Jagung di Uma Propok

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Buer terus memperkuat kedekatan dengan warga binaan melalui kegiatan sambang dan pendampingan di sektor pertanian. Bhabinkamtibmas Desa Buin Baru, Aiptu Kalbudiah Rahman K, melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus memantau langsung aktivitas masyarakat dalam penanaman dan perawatan tanaman jagung di lokasi Uma Propok, Dusun Propok, Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, Selasa (18/08/2026) pagi.

Kegiatan pemantauan lahan produktif yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Aiptu Kalbudiah Rahman K turun langsung ke areal perkebunan milik warga setempat. Selain memantau perkembangan tanaman, Bhabinkamtibmas menyempatkan diri berdialog secara humanis untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petani sekaligus memberikan dorongan motivasi.

Petugas berpesan agar warga binaan senantiasa tekun dan serius dalam merawat tanaman jagung tersebut hingga masa panen tiba. Hasil dari pengelolaan lahan produktif ini diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan harian, tetapi juga dapat dipasarkan guna mendongkrak perekonomian keluarga.

“Kami terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi dan pendampingan kepada para petani. Dengan mengoptimalkan pengelolaan lahan produktif seperti di Uma Propok ini, kita harapkan hasil panen jagung dapat maksimal sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa maupun nasional,” ujar Aiptu Kalbudiah Rahman K di sela-sela kegiatannya.

Pelaksanaan kegiatan sambang dan pemantauan lahan produktif di Uma Propok ini berhasil mencapai sasaran dengan baik, ditandai dengan terbangunnya sinergi yang harmonis antara masyarakat dan kepolisian. Melalui kegiatan pendampingan ini, Bhabinkamtibmas tidak hanya memastikan kelancaran aktivitas pertanian, tetapi juga memotivasi warga agar terus tekun merawat tanaman hingga masa panen tiba demi meningkatkan perekonomian keluarga.

Secara keseluruhan, kegiatan tersebut memperkuat komitmen bersama antara masyarakat dan Polri dalam mendukung penuh program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian serta ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sumbawa. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…