Berita

Terekam CCTV, Terduga Pelaku Pencurian Tabung Gas Berhasil Diamankan Polisi

×

Terekam CCTV, Terduga Pelaku Pencurian Tabung Gas Berhasil Diamankan Polisi

Share this article

Kota Bima, NTB – Team Opsnal Polsek Rasanae Barat, Polres Bima Kota, berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dan penggelapan serta mengamankan seorang terduga pelaku berikut barang bukti berupa tujuh tabung gas Elpiji 3 kilogram.

Pengungkapan tersebut berawal dari laporan dugaan pencurian dan penggelapan yang terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 12.00 Wita, bertempat di area SPBE PT. Elnusa Petrovin Bima, Lingkungan Niu, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar menjelaskan, pelapor dalam perkara tersebut adalah Saiful Bahri, 30 tahun, seorang wiraswasta, warga Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Sementara terduga pelaku berinisial FF, 24 tahun, laki-laki, warga Lingkungan Niu, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kasus tersebut bermula ketika terduga pelaku diduga mengambil sejumlah tabung gas Elpiji 3 Kg dari sebuah truk milik PT. Putra Bima Raksasa Agung Cahaya Utama dengan nomor polisi EA 8129 HA yang sedang terparkir di area SPBE PT. Elnusa Petrovin Bima.

Aksi tersebut diketahui terekam kamera CCTV yang berada di area SPBE. Dalam kejadian tersebut, kendaraan yang menjadi tempat pengambilan barang diketahui dikemudikan oleh terduga pelaku.

Akibat kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Rasanae Barat untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Team Opsnal Polsek Rasanae Barat melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi terduga pelaku.

Pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 21.00 Wita, Team Opsnal bergerak menuju kediaman terduga pelaku di Lingkungan Niu, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Petugas kemudian mengamankan terduga pelaku beserta empat buah tabung gas Elpiji 3 Kg.

Saat dilakukan interogasi awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya dan memberikan informasi bahwa sebagian barang bukti lainnya disimpan di rumah seorang warga berinisial SGN untuk diisi ulang.

Berdasarkan informasi tersebut, Team Opsnal kemudian menuju lokasi yang tidak jauh dari rumah terduga pelaku dan berhasil mengamankan tiga tabung gas Elpiji 3 Kg lainnya. Dengan demikian, total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak tujuh buah tabung gas Elpiji 3 Kg.

Selanjutnya, terduga pelaku bersama seluruh barang bukti diamankan dan diserahkan kepada piket Reskrim Polsek Rasanae Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penanganan terhadap setiap laporan masyarakat dan mengungkap kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polsek Rasanae Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…