Berita

Dukung Astacita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Polsek Kenduruan Polresta Tuban Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga

×

Dukung Astacita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Polsek Kenduruan Polresta Tuban Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga

Share this article

.
.

TUBAN, Kenduruan,- Dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, jajaran Polda Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat program ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr., Opsla., serta Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P. melalui pendampingan langsung kepada masyarakat di sektor pertanian.

Pada Selasa (18/08/2026), BRIPDA Fajri Zakia Agik Tama, selaku Bhabinkamtibmas Desa Sokogrenjeng, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, turun ke lahan pertanian untuk mengecek perkembangan tanaman jagung milik warga.

Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi pertumbuhan tanaman, memberikan motivasi kepada para petani, serta memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal di wilayah binaan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat sinergi dengan petani dalam menjaga produktivitas pertanian.

Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko menyampaikan bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari Astacita Presiden Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Polsek Kenduruan bersama Polresta Tuban menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (eko/wono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…