Berita

Police Goes To School, Sat Lantas Polres Bima Kota Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Berlalu Lintas

×

Police Goes To School, Sat Lantas Polres Bima Kota Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Berlalu Lintas

Share this article

Kota Bima, NTB– Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bima Kota melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) terus mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada kalangan pelajar melalui program Police Goes To School.

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 07.30 Wita, bertempat di SMKN 02 Kota Bima, Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas Polres Bima Kota IPTU Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan Police Goes To School merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pendidikan lalu lintas sejak dini kepada para pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas, khususnya bagi pelajar yang telah berusia 17 tahun dan telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Sejumlah materi yang disampaikan antara lain edukasi mengenai kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, kelengkapan kendaraan bermotor, serta imbauan untuk tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan.

Para pelajar juga diberikan pemahaman bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari pelanggaran, tetapi merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Melalui kegiatan Police Goes To School ini, kami berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan senantiasa menerapkan budaya tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar IPTU Pulung Anggara Surya Putra.

Sat Lantas Polres Bima Kota berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin para pelajar dalam berlalu lintas, sehingga tercipta Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…