Berita

Polres Bima Kota Hentikan Sementara Arus Lalu Lintas dan Nyalakan Sirine Saat Pengibaran Bendera Merah Putih

×

Polres Bima Kota Hentikan Sementara Arus Lalu Lintas dan Nyalakan Sirine Saat Pengibaran Bendera Merah Putih

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bima Kota melaksanakan aksi penghormatan dengan menghentikan sementara seluruh kendaraan dan menyalakan sirine kendaraan dinas saat detik-detik pengibaran Bendera Merah Putih.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 Wita, bertempat di Perempatan Gunung Dua, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas Polres Bima Kota IPTU Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan serta simbol kemerdekaan Republik Indonesia.

Personel Sat Lantas yang berada di lokasi terlebih dahulu melaksanakan pengaturan dan pengamanan arus lalu lintas. Saat prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dimulai, seluruh kendaraan yang melintas diberhentikan sementara untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pengguna jalan melakukan penghormatan.

Pada saat yang bersamaan, personel menyalakan sirine kendaraan dinas sebagai tanda penghormatan dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Petugas juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap tertib, tidak menerobos barisan kendaraan yang dihentikan serta mengikuti arahan petugas selama prosesi penghormatan berlangsung.

Setelah pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih selesai, personel Sat Lantas kembali melaksanakan pengaturan arus lalu lintas. Kendaraan yang sebelumnya dihentikan kemudian diarahkan untuk kembali melanjutkan perjalanan sehingga arus lalu lintas dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata semangat nasionalisme jajaran Polres Bima Kota dalam memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghormati perjuangan para pahlawan dan menjaga persatuan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…