Berita

Polsek Ambalawi Olah TKP Peristiwa Gantung Diri di Desa Nipa

×

Polsek Ambalawi Olah TKP Peristiwa Gantung Diri di Desa Nipa

Share this article

Bima, NTB – Personel Polsek Ambalawi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait peristiwa seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumah orang tuanya, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah Amirullah, orang tua korban, yang beralamat di RT 002 RW 004, Dusun Harapan Baru, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Ambalawi IPDA Syamsuddin menjelaskan, korban diketahui berinisial SU, perempuan berusia 28 tahun, seorang ibu rumah tangga, warga Dusun Harapan Baru, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, saksi Fahrurrozi sedang duduk di halaman rumah sambil memperbaiki sepeda motor.

Saksi kemudian mendengar anak korban menangis. Karena merasa curiga, saksi naik ke bagian atas rumah dan mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci.

Saksi selanjutnya membuka paksa pintu kamar dan mendapati korban telah dalam keadaan tergantung menggunakan tali yang diikat pada bagian atap rumah.

Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk menurunkan korban. Pihak keluarga bersama Pemerintah Desa Nipa kemudian berkoordinasi dengan Polsek Ambalawi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Petugas kepolisian bersama pihak keluarga selanjutnya menghadirkan tim medis dari Puskesmas Ambalawi untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Berdasarkan pemeriksaan tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun perlawanan pada tubuh korban.

Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi sebagai bagian dari penanganan awal peristiwa tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan autopsi jenazah. Keluarga menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut atau membawa permasalahan tersebut ke jalur hukum.

Polsek Ambalawi tetap melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur serta memastikan situasi di sekitar lokasi kejadian tetap aman dan kondusif.

Pihak kepolisian turut menyampaikan keprihatinan kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar senantiasa memperhatikan kondisi keluarga maupun orang-orang di lingkungan sekitar serta segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan situasi yang membutuhkan pertolongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…