Berita

Sempat Kabur Saat Hendak Diamankan, Terduga Pelaku Pencurian Karpet Akhirnya Diserahkan Keluarga ke Polsek Asakota

×

Sempat Kabur Saat Hendak Diamankan, Terduga Pelaku Pencurian Karpet Akhirnya Diserahkan Keluarga ke Polsek Asakota

Share this article

Bima Kota, NTB – Sempat melarikan diri saat hendak diamankan, seorang pria berinisial MI (25), warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, yang diduga terlibat kasus pencurian satu gulung karpet permadani, akhirnya diserahkan oleh pihak keluarganya kepada Polsek Asakota Polres Bima Kota.

Penyerahan terduga pelaku berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WITA, bertempat di Mako Polsek Asakota Polres Bima Kota. Dalam penyerahan tersebut, pihak keluarga turut menyerahkan barang bukti yang berkaitan dengan kasus pencurian.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menjelaskan, kasus tersebut dilaporkan oleh korban TRI WIDIYANI, seorang wiraswasta, yang mengalami kerugian sekitar Rp1 juta akibat kehilangan satu gulung karpet permadani.

“Berdasarkan laporan korban, tim kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan terduga pelaku. Setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaannya, personel Opsnal langsung bergerak untuk melakukan upaya penangkapan,” jelas IPTU Mirafuddin.

Peristiwa pencurian tersebut bermula ketika korban mendapat informasi dari saudara perempuannya, TANTI, bahwa telah terjadi pencurian di rumahnya. Seorang tetangga bernama RINDA kemudian menunjukkan rekaman video yang memperlihatkan seorang laki-laki menggunakan sepeda motor mengambil satu gulung karpet yang disimpan di teras rumah.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiel sekitar Rp1.000.000 dan selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Asakota untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 21.20 WITA, Tim Opsnal Polsek Asakota memperoleh informasi A1 mengenai keberadaan terduga pelaku yang sedang berada di sebuah kios pinggir jalan di wilayah Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Tim Opsnal yang dipimpin Katim Opsnal kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penangkapan. Namun, saat personel tiba, terduga pelaku yang sedang berdiri di depan kios mengetahui kedatangan petugas dan langsung melarikan diri menuju lorong permukiman warga.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dan terduga pelaku. Dalam pelariannya, terduga pelaku berhasil menghindari petugas dengan cara melompat ke arah laut yang berada di belakang rumah keluarganya.

Setelah kejadian tersebut, personel Opsnal mendatangi rumah orang tua terduga pelaku. Petugas kemudian meminta pihak keluarga agar kooperatif dan membantu menyerahkan terduga pelaku secara baik-baik kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WITA, pihak keluarga datang ke Mako Polsek Asakota dan menyerahkan terduga pelaku beserta barang bukti kepada pihak kepolisian.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu gulung karpet permadani merek Moderno dan satu unit sepeda motor jenis Mio Soul warna putih hitam tanpa nomor polisi.

Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti diamankan di Polsek Asakota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Polsek Asakota mengapresiasi sikap kooperatif pihak keluarga yang telah membantu menyerahkan terduga pelaku kepada kepolisian, sehingga proses penanganan perkara dapat dilakukan secara hukum dan terukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…