Berita

Bermodalkan Senpi Rakitan Pria Asal Parado Wane Mencuri di Toko Mister DIY, Polsek Woha Sigap Ringkus Terduga Pelaku

×

Bermodalkan Senpi Rakitan Pria Asal Parado Wane Mencuri di Toko Mister DIY, Polsek Woha Sigap Ringkus Terduga Pelaku

Share this article

Personel Polsek Woha Polres Bima Kabupaten Polda NTB mengamankan terduga pelaku pencurian di toko Mister DIY yang berlokasi di Desa Rabakodo Kecamtan Woha Kabupaten Bima.

Kasus pencurian yang diduga dilakukan oleh pria berinisial AF (25) Warga Desa Parado Kuta ini terjadi pada Kamis 13 Agustus 2026 sekira pukul 20.10.Wita.

Kronologi,
Awalnya terduga pelaku masuk kedalam toko lantai satu kemudian berjalan melihat barang- yang ada di dalam toko dan pegawai toko mulai curiga dengan gerak – gerik terduga pelaku.

Setelah itu terduga pelaku naik kelantai 2 tidak lama kemudian turun kembali kelantai satu ,pada saat di depan kasir  pelaku di tanya oleh pegawai toko

“apa yang di simpan di dalam baju ” sehingga saat itu pelaku membuka baju dan di temukan senter serta senjata rakitan lengkap dengan amunisi  yang di sembunyikan di slip  celana serta dompet yang di ambil di toko di simpan di dalam kantong celana.

Mengetik hal itu pegawai toko menghubungi Polsek Woha dan tidak lama kemudian petugas tiba di TKP dan langsung mengamankan terduga pelaku

Kasus pencurian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kapolsek Woha AKP Muhtar.

Saat ini terduga pelaku bersama sejumlah barang bukti diamankan di Mapolsek Woha untuk diproses hukum lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…