Berita

Persiapan HUT RI ke-81, Bhabinkamtibmas Polsubsektor Lantung Berikan Pelatihan Intensif kepada Anggota Paskibraka

×

Persiapan HUT RI ke-81, Bhabinkamtibmas Polsubsektor Lantung Berikan Pelatihan Intensif kepada Anggota Paskibraka

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Dalam rangka memantapkan kesiapan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Bhabinkamtibmas Desa Ai Mual, Polsubsektor Lantung, Polsek Ropang, Aiptu Irfan, memberikan pelatihan kedisiplinan dan baris-berbaris kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Lantung, Rabu (13/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Aiptu Irfan dalam kegiatan pelatihan yang berlangsung di Lapangan Kantor Kecamatan Lantung ini dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Latihan yang dipimpin langsung oleh Aiptu Irfan ini difokuskan pada pemantapan gerakan dasar baris-berbaris, formasi pengibaran bendera, serta penanaman sikap disiplin bagi para peserta.

“Sebagai pembina, Bhabinkamtibmas memberikan arahan serta bimbingan teknis agar setiap anggota Paskibraka dapat menunjukkan performa terbaiknya saat hari pelaksanaan upacara nanti”, ucap Aiptu Irfan.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Irfan juga memberikan motivasi kepada para pelajar yang terpilih sebagai anggota Paskibraka. Ia menekankan pentingnya keseriusan dan semangat juang dalam berlatih, mengingat tanggung jawab yang diemban sangatlah mulia dalam memperingati hari bersejarah bangsa.

“Saya mengimbau kepada seluruh peserta Paskibraka agar melaksanakan kegiatan latihan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Perhatikan setiap instruksi agar dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan baik, sukses, dan lancar,” ujar Aiptu Irfan saat memberikan pengarahan di sela-sela latihan.

Selain memberikan materi pelatihan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah anggota Paskibraka ini juga merupakan bagian dari kegiatan sambang desa guna mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dengan elemen masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Kecamatan Lantung.

Pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk kesiapan teknis upacara, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter para pelajar agar memiliki jiwa nasionalisme, jiwa korsa, dan kemandirian. Hingga akhir kegiatan latihan, seluruh peserta tampak antusias mengikuti instruksi dengan semangat yang tinggi, mencerminkan kesiapan Kecamatan Lantung dalam menyambut detik-detik proklamasi kemerdekaan yang ke-81. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…