Berita

Satlantas Polres Bima Kota Gelar Gatur Pagi, Wujudkan Kamseltibcarlantas yang Aman dan Lancar

×

Satlantas Polres Bima Kota Gelar Gatur Pagi, Wujudkan Kamseltibcarlantas yang Aman dan Lancar

Share this article

Kota Bima, NTB – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kota terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan pengaturan lalu lintas pagi hari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, mulai pukul 06.15 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas Polres Bima Kota IPTU Pulung Anggara S.P., S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan Gatur Pagi merupakan bentuk pelayanan Kepolisian kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas pada pagi hari.

“Personel Satlantas melaksanakan pengaturan lalu lintas guna memperlancar arus kendaraan serta mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” jelas IPTU Pulung.

Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, personel juga membantu menyeberangkan pejalan kaki, anak-anak sekolah, serta pengguna jalan lainnya yang membutuhkan bantuan saat melintas.

Kehadiran personel di sejumlah titik juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekaligus memastikan aktivitas lalu lintas dapat berlangsung dengan tertib.

Kasat Lantas menambahkan, kegiatan Gatur Pagi merupakan bagian dari upaya Polres Bima Kota dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), terutama pada jam-jam rawan kepadatan aktivitas masyarakat.

“Dengan kehadiran personel di lapangan, kami berharap masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas serta seluruh pengguna jalan senantiasa mematuhi aturan lalu lintas,” pungkasnya.

Satlantas Polres Bima Kota akan terus mengintensifkan kegiatan pelayanan dan pengaturan lalu lintas sebagai langkah preventif untuk mencegah kemacetan maupun kecelakaan serta mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, tertib dan lancar di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…