Berita

Tim Inafis Temukan Bungkusan Kain Berisi Batu di TKP Dugaan Pembakaran DPRD Bima

×

Tim Inafis Temukan Bungkusan Kain Berisi Batu di TKP Dugaan Pembakaran DPRD Bima

Share this article

Kota Bima, NTB – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bima Kota mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan tindak pidana pembakaran yang terjadi di ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Bima.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 18.40 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel piket gabungan Polres Bima Kota bersama personel Samapta langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi dan melakukan penanganan awal.

Sekitar pukul 20.45 WITA, bertempat di Kantor DPRD Kabupaten Bima, Unit Reskrim Polres Bima Kota bersama Tim Identifikasi melaksanakan olah TKP guna mengumpulkan informasi dan barang bukti yang berkaitan dengan dugaan pembakaran tersebut.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim IPTU Mochamad Fikri Dafa Alfarez, S.Tr.K., membenarkan adanya kegiatan olah TKP yang dilakukan oleh personel Sat Reskrim Polres Bima Kota.

“Setelah menerima informasi adanya kebakaran di Kantor DPRD Kabupaten Bima, Piket Pamapta mengumpulkan personel piket gabungan dan Samapta untuk mendatangi lokasi serta melakukan penanganan dan olah TKP,” jelasnya.

Dalam proses olah TKP, Tim Identifikasi (Inafis) Polres Bima Kota menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti yang ditemukan berupa tiga ikat bungkusan kain yang di dalamnya terdapat batu, dengan kondisi kain diduga telah disiram menggunakan minyak tanah.

Barang bukti tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lokasi dan mengumpulkan sejumlah informasi guna mengungkap penyebab serta pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, Sat Reskrim Polres Bima Kota masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pembakaran tersebut, termasuk mengidentifikasi rangkaian kejadian serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak.

Polres Bima Kota mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian. Setiap perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…