Berita

Cuaca Tidak Bersahabat, Sat Polairud Polres Bima Kota Ingatkan Nelayan Utamakan Keselamatan Berlayar

×

Cuaca Tidak Bersahabat, Sat Polairud Polres Bima Kota Ingatkan Nelayan Utamakan Keselamatan Berlayar

Share this article

Kota Bima, NTB – Mengantisipasi risiko kecelakaan laut akibat perubahan cuaca, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima Kota memberikan imbauan keselamatan berlayar kepada para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 10.35 WITA, bertempat di Pelabuhan Laut Sape.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Polairud Polres Bima Kota IPTU Syarif Rijaidinsyah, menjelaskan bahwa personel Sat Polairud secara rutin memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum maupun saat melakukan aktivitas pelayaran.

“Kami mengingatkan para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca, terutama angin dan gelombang yang dapat berubah secara tiba-tiba,” ujar IPTU Syarif.

Personel Sat Polairud juga mengingatkan para nelayan untuk memperhatikan serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar. Pelampung (life jacket) dan perlengkapan keselamatan lainnya harus tersedia dan dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.

Selain itu, masyarakat yang hendak melaut diminta tidak memaksakan diri berlayar apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut.

“Perhatikan alat-alat keselamatan, terutama pelampung atau perlengkapan keselamatan lainnya. Jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Utamakan keselamatan kerja dan keselamatan jiwa,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Sat Polairud Polres Bima Kota berharap para nelayan semakin meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menerapkan prosedur keselamatan saat melaut.

Kegiatan imbauan berjalan dengan aman dan lancar. Polres Bima Kota juga mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga keselamatan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kondisi atau kejadian yang membutuhkan penanganan di wilayah perairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…