Berita

Cegah Tawuran Antar Pelajar, Polsek Ambalawi Bekali Siswa Paskibraka dengan Pesan Kamtibmas

×

Cegah Tawuran Antar Pelajar, Polsek Ambalawi Bekali Siswa Paskibraka dengan Pesan Kamtibmas

Share this article

Bima, NTB – Dalam upaya mencegah terjadinya perkelahian maupun tawuran antarpelajar, Polsek Ambalawi Polres Bima Kota memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada siswa-siswi tingkat SMA sederajat di wilayah Kecamatan Ambalawi, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.25 WITA, bertempat di Lapangan Nanga Raba Nipa, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Peserta kegiatan merupakan gabungan siswa dan siswi dari berbagai SMA sederajat se-Kecamatan Ambalawi yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Ambalawi IPTU Syamsuddin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian dalam memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang pentingnya menjaga persatuan serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Dalam penyuluhan tersebut, Kapolsek Ambalawi menekankan kepada para pelajar agar tidak terlibat dalam perkelahian maupun tawuran antarsekolah. Para siswa juga diajak untuk menyelesaikan setiap permasalahan secara bijak dan tidak menggunakan kekerasan.

Selain pencegahan tawuran, personel Polsek Ambalawi memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan generasi muda, di antaranya bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online, serta pergaulan bebas.

Para pelajar juga diingatkan untuk menjaga kedisiplinan dan keselamatan saat berada di jalan raya. Kapolsek mengimbau agar seluruh siswa senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan kelengkapan keselamatan serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Adik-adik semua merupakan generasi penerus bangsa. Hindari tawuran, narkoba, judi online dan pergaulan bebas. Jadilah pelajar yang disiplin, berprestasi dan mampu menjaga nama baik sekolah serta keluarga,” pesan Kapolsek Ambalawi.

Kapolsek juga mengajak seluruh peserta Paskibraka untuk bersama-sama menjaga Harkamtibmas di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Para pelajar diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Ambalawi berharap para siswa semakin memahami dampak negatif dari tawuran dan berbagai perilaku menyimpang, sehingga mampu menyalurkan energi dan potensi mereka melalui kegiatan positif, termasuk kegiatan kepemudaan dan pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…