Berita

Polsubsektor Gili Indah Patroli Dermaga Gili Trawangan, Pastikan Arus Wisatawan Aman dan Kondusif

×

Polsubsektor Gili Indah Patroli Dermaga Gili Trawangan, Pastikan Arus Wisatawan Aman dan Kondusif

Share this article

 

Lombok Utara, http://mediabhayangkara.co.id – Anggota Polsubsektor Kawasan Gili Indah Pos Gili Trawangan Polres Lombok Utara melaksanakan patroli di Dermaga Pelabuhan Dusun Gili Trawangan, Kamis 9 Juli 2026 pukul 10.30 WITA sampai selesai.

Kegiatan dipimpin oleh AIPDA I Wayan Sumantra, bersama BRIGADIR M. Fachri Gunawan dan BRIPDA M. Nouval Hawari.

Uraian Kegiatan:
1. Memantau arus penyebrangan wisatawan
Personel melakukan pemantauan terhadap kegiatan bongkar muat kedatangan dan keberangkatan wisatawan asing di dermaga. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus penumpang serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
2. Antisipasi tindakan kejahatan di area pelabuhan
Petugas menyisir area dermaga, tempat penjualan tiket, dan kantong-kantong parkir kendaraan. Diberikan imbauan kepada petugas pelabuhan dan juru parkir agar selalu waspada terhadap barang bawaan pengunjung serta aksi pencopetan dan penipuan.
3. Dialog dengan petugas dan wisatawan
Anggota juga berdialog dengan nahkoda boat dan petugas syahbandar untuk berkoordinasi terkait keamanan laut dan cuaca.

Hasil patroli menunjukkan situasi di seputaran Dermaga Pelabuhan Gili Trawangan dalam keadaan aman dan kondusif. Arus wisatawan berjalan lancar tanpa adanya gangguan Kamtibmas.

Kapolsek Pemenang melalui Polsubsektor Gili Indah menyampaikan bahwa patroli di kawasan wisata akan terus ditingkatkan, terutama pada jam kedatangan kapal cepat, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…