Berita

PAMAPTA II Polres Lotara Gelar Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110 di Gangga

×

PAMAPTA II Polres Lotara Gelar Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110 di Gangga

Share this article

 

_Lombok Utara, – Personel PAMAPTA II Polres Lombok Utara melaksanakan patroli dialogis sekaligus sosialisasi layanan darurat 110 kepada masyarakat di wilayah Desa Gondang dan seputaran Kecamatan Gangga, Rabu 7 Juli 2026 pukul 20.30 WITA sampai selesai.

Kegiatan dipimpin oleh IPDA Lalu Mahrun Martadhi, http://A.Md selaku PAMAPTA II, bersama BRIPKA Hendra Arfand S.

Uraian Kegiatan:
1. Apel dan Arahan CB
Sebelum patroli, PAMAPTA II melaksanakan AAP dan pemberian arahan di lapangan untuk memastikan kesiapan personel dan sasaran kegiatan.
2. Patroli Dialogis Antisipasi 3C
Petugas menyambangi masyarakat, pedagang, dan juru parkir di titik-titik rawan. Ditekankan kewaspadaan terhadap potensi Curat, Curas, dan Curanmor pada malam hari.
3. Sosialisasi Layanan Call Center 110
Warga diberikan pemahaman bahwa layanan 110 milik Kepolisian dapat dihubungi secara gratis selama 24 jam. Layanan ini diperuntukkan untuk laporan gangguan Kamtibmas, kecelakaan, dan permintaan bantuan cepat dari Polisi.

Dalam kesempatan tersebut petugas juga mengimbau masyarakat agar aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor ke pihak berwajib apabila melihat hal mencurigakan.

Hasil yang Dicapai:
Masyarakat menyambut baik kehadiran Polri dan telah memahami fungsi layanan 110. Situasi Kamtibmas di wilayah patroli terpantau aman dan kondusif.

Kapolres Lombok Utara melalui PAMAPTA II menyampaikan bahwa patroli dan sosialisasi akan terus digencarkan agar masyarakat semakin dekat dengan Polri dan tidak ragu melapor.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…