Berita

Bhabinkamtibmas Desa O’o Dukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Edukasi Pertanian

×

Bhabinkamtibmas Desa O’o Dukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Edukasi Pertanian

Share this article

Dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa O’o, Aipda Sirjono, melaksanakan kegiatan pendampingan di lahan jagung milik Bapak H. Abdul Rajak di Dusun Muhajirin, Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pada Kamis pagi (09/12/2024). Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WITA dan berlangsung dengan lancar hingga pukul 09.40 WITA.

Aipda Sirjono bersama pemilik lahan memberikan perhatian khusus pada proses pemupukan tanaman jagung. Dalam kesempatan tersebut, ia menghimbau Bapak H. Abdul Rajak untuk selalu memperhatikan takaran dan campuran pupuk agar hasil panen bisa maksimal. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga pola perawatan yang tepat untuk mencegah serangan hama yang dapat merusak tanaman.

“Pemupukan yang sesuai takaran sangat penting untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup. Kami juga mendorong petani untuk selalu berkonsultasi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) agar teknik perawatan lebih efektif,” kata Aipda Sirjono.

Kegiatan ini melibatkan Aipda Sirjono sebagai Bhabinkamtibmas Desa O’o dan pemilik lahan, Bapak H. Abdul Rajak. Sinergi antara Polri dan petani menjadi bukti nyata dukungan aparat keamanan dalam mendukung program nasional yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di lahan pertanian milik Bapak H. Abdul Rajak yang terletak di Dusun Muhajirin, Desa O’o, Kecamatan Dompu. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian jagung di Kabupaten Dompu, dengan potensi hasil panen yang tinggi jika dikelola dengan baik.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 Desember 2024, pukul 09.00 hingga 09.40 WITA.

Pendampingan ini dilakukan untuk membantu petani mengoptimalkan hasil panen sekaligus mencegah kerugian akibat serangan hama. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan lokal.

“Tujuan utama kami adalah membantu petani agar hasil panennya melimpah dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat sekitar,” imbuh Aipda Sirjono.

Pendekatan yang digunakan meliputi edukasi langsung di lapangan, diskusi dengan pemilik lahan, dan koordinasi dengan pihak PPL untuk memastikan teknik pertanian yang diterapkan sesuai dengan standar terbaik.

Hasil yang Dicapai yakini:
1. Petani mendapatkan edukasi tentang pentingnya teknik pemupukan yang tepat.
2. Upaya pencegahan hama lebih terarah sehingga potensi kerusakan tanaman dapat diminimalkan.
3. Diharapkan panen yang lebih melimpah, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya.

Kapolsek Dompu, IPDA Ade Helmi, SH, mengapresiasi langkah proaktif Aipda Sirjono.
“Kegiatan seperti ini merupakan bukti nyata komitmen Polri untuk hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga mendukung program strategis nasional,” pungkasnya.

Kegiatan pendampingan ini berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…