Berita

Kapolri Ungkap Peran Polri Jaga Stabilitas RI Sepanjang 2024

×

Kapolri Ungkap Peran Polri Jaga Stabilitas RI Sepanjang 2024

Share this article

 

Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memaparkan peran Polri dalam menjaga stabilitas di Indonesia selama 2024. Ia mengatakan perekonomian Indonesia berada di posisi stabil meski kondisi ekonomi di dunia tengah bergejolak.

“Meskipun berada di tengah tekanan gejolak ekonomi global, perekonomian nasional masih berada pada posisi yang stabil,” ujar Kapolri dalam Rilis Akhir Tahun 2024, Selasa (31/12/24).

Ia menerangkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2024 mencapai 4,95%, di mana, angka itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-3 tertinggi di antara negara G20.

“Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal III 2024 sebesar 4,95% atau peringkat ke-3 tertinggi di antara negara G20, tingkat Inflasi bulan November 2024 sebesar 1,55% dan cadangan devisa sebesar 150,2 miliar USD,” ujar Kapolri.

Atas hasil tersebut, World Competitiveness Ranking 2024 yang dirilis oleh International Institute for Management Development (IMD) menempatkan Indonesia pada peringkat ke-27 dunia. Jenderal Sigit menyebut posisi Indonesia melampaui beberapa negara maju seperti Inggris, Perancis bahkan Jepang.

“Atas capaian tersebut, World Competitiveness Ranking 2024 yang dirilis oleh International Institute for Management Development (IMD) menempatkan Indonesia pada peringkat ke-27 dunia, naik 7 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kapolri.

“Posisi ini bahkan melampaui beberapa negara maju seperti Inggris, Perancis dan Jepang, ini sebagai bukti bahwa tingkat daya saing Indonesia terus berkembang,” sambung Kapolri.

Tak hanya itu, Jenderal Sigit menuturkan, laporan Lowy Institute Asia Power Index 2024 menempatkan Indonesia di peringkat pertama di ASEAN dan dalam penilaian Comprehensive Power, Indonesia menempati peringkat kedua di ASEAN dan peringkat kesembilan di dunia. Jenderal Sigit menegaskan hal itu membuktikan reputasi Indonesia diperhitungkan di tingkat global.

“Selain itu, berdasarkan laporan Lowy Institute Asia Power Index 2024, dalam penilaian Diplomatic Influence Indonesia tercatat menempati peringkat pertama di ASEAN dan peringkat keenam di dunia. Sedangkan dalam penilaian Comprehensive Power, Indonesia menempati peringkat kedua di ASEAN dan peringkat kesembilan di dunia,” tutur Kapolri.

Ia pun menekankan peran Polri dalam menjaga stabilitas di Indonesia tentu tidak terlepas dari dukungan seluruh komponen bangsa. Kapolri memastikan secara umum stabilitas kamtibmas Indonesia selama 2024 dalam situasi yang kondusif.

“Tentunya berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan tugas Polri yang didukung oleh seluruh komponen bangsa, baik dalam memelihara stabilitas Kamtibmas, sebagai syarat utama, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga dapat kami laporkan bahwa secara umum stabilitas kamtibmas Indonesia tahun 2024 dalam situasi yang kondusif,” ungkap Kapolri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…