Berita

Bhabinkamtibmas Desa Lamunga Dukung Program Ketahanan Pangan dampingi petani jagung

×

Bhabinkamtibmas Desa Lamunga Dukung Program Ketahanan Pangan dampingi petani jagung

Share this article

Sumbawa Barat NTB – Guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan Bhabinkamtibmas Desa Lamunga Polsek Taliwang Polres Sumbawa Barat melakukan kegiatan pendampingan dan monitor tanaman jagung di Desa binaannya khususnya di wilayah hukum Polsek Taliwang.(30/12/24)

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap S.I.K melalui Kasi Humas Iptu Zainal Abidin S.H mengatakan, Bripka Jalaluddin sebagai Bhabinkamtibmas Desa Lamunga bertatap muka langsung dengan warga Desa binaannya bernama Harjono selaku ketua Kelompok tani Perbatasan.

Selain bersilaturahmi dia juga memberikan motivasi dan imbauan terkait program Presiden Republik Indonesia agar direalisasikan dengan sungguh-sungguh karna dampaknya sangat lah baik untuk masyarakat, dan agar tetap mendorong anggotanya untuk lebih semangat dalam pemeliharaan dan perawatan perkembangan pertumbuhan jagungnya.

Kasi Humas menyampaikan, kegiatan tersebut adalah silaturahmi dan memonitor pertumbuhan tananaman jagung mengingat program ketahanan pangan tersebut tertuang dalam Asta Cita kepemimpinan Presuden Prabowo Subianto menuju Indonesia emas.

“Hari ini alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan kondusif, selain memonitor tanaman dan pendampingan petani kami juga tidak henti-hentinya menghimbau agar selalu sama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai,” ujarnya.

Harjono selaku ketua kelompok tani mengatakan terkait pelaksanaan kegiatan program ketahanan pangan,
memang kegiatan tersebut bertujuan untuk masyarakat dan banyak kebaikan serta manfaat untuk masyarakat juga.

“Kami bersyukur dengan adanya program
ini karena kami sebagai masyarakat yang masih usia produktif dapat berpartisipasi dalam agenda tersebut, ” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…