Berita

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Jereweh Laksanakan Patroli Dialogis MANTAP

×

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Jereweh Laksanakan Patroli Dialogis MANTAP

Share this article

Sumbawa Barat – Polsek Jereweh, Polres Sumbawa Barat, melaksanakan patroli dialogis dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 30 Desember 2024, pukul 22.10 WITA, sebagai tindak lanjut dari dukungan terhadap Program Presisi Kapolri No. 2 tentang Pemantapan Harkamtibmas dan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

“Patroli ini dipimpin oleh anggota piket SPKT Polsek Jereweh yang memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang pergantian tahun,” ujar Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Jereweh, Iptu Ardiyatmaja.

Dalam kesempatan tersebut, petugas mengingatkan warga untuk tidak membunyikan petasan dan kembang api pada malam pergantian tahun baru, serta tidak menggunakan knalpot brong yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Selain itu, petugas juga mengajak warga untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat, termasuk Polsek terdekat, guna menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat tanpa adanya gangguan. Petugas mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, yang mungkin terjadi mengingat Kabupaten Sumbawa Barat sudah memasuki musim penghujan.

Polsek Jereweh juga mengimbau kepada masyarakat yang berencana bepergian ke luar daerah untuk merayakan tahun baru agar memastikan pintu dan jendela rumah terkunci dengan baik untuk mencegah tindakan kriminal.

“Melalui patroli dialogis ini, Polsek Jereweh berharap dapat terus menjaga Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayahnya, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi pergantian tahun,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…