Berita

Lumbung Pangan Sekotong Bergelora: 20 Ribu Ton Jagung Desa Batu Putih Resmi Tembus Gudang Bulog!

×

Lumbung Pangan Sekotong Bergelora: 20 Ribu Ton Jagung Desa Batu Putih Resmi Tembus Gudang Bulog!

Share this article
Sinergi Kawal Ketahanan Pangan: Puluhan Ribu Ton Jagung Petani Sekotong Mulai Banjiri Gudang Bulog Mataram

SEKOTONG – Langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan mendukung kesejahteraan petani lokal kembali ditunjukkan melalui sinergi antara kelompok tani dan aparat keamanan di wilayah Lombok Barat. Pada Sabtu, 18 April 2026, telah dilaksanakan pendistribusian besar-besaran komoditas jagung hasil panen petani Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, menuju Gudang Bulog Dasan Cermen, Mataram.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WITA ini menjadi bukti nyata melimpahnya potensi sektor pertanian di wilayah Sekotong. Sebanyak 20.370 ton jagung hasil produksi UD Karya Sejati yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Tunas Jaya dan Poktan Bina Utama dilepas secara resmi untuk memenuhi cadangan pangan pemerintah.

Sinergi Pengawalan Distribusi Pangan di Desa Batu Putih

Proses mobilisasi komoditas unggulan ini mendapatkan atensi penuh dari jajaran kepolisian setempat guna memastikan kelancaran arus logistik dari lumbung pangan desa hingga ke titik akhir di gudang Bulog. Pengawasan ini dilakukan secara melekat untuk menjamin tidak adanya kendala teknis maupun gangguan keamanan selama di perjalanan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, kelancaran distribusi hasil tani sangat krusial bagi stabilitas ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Batu Putih Polsek Sekotong, Aiptu Komang Sumada, memberikan keterangannya di lokasi pemuatan. Ia menyampaikan bahwa koordinasi antara petani dan pihak kepolisian telah berjalan sangat baik sejak masa panen hingga proses pengiriman hari ini.

“Kami melaksanakan pendampingan langsung terhadap pendistribusian jagung dari UD Karya Sejati milik Poktan Tunas Jaya dan Poktan Bina Utama. Sebanyak 20.370 ton jagung hari ini bergerak menuju Gudang Bulog Dasan Cermen, Mataram. Tugas kami adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan tepat waktu sesuai dengan prosedur yang ada,” ujar Aiptu Komang Sumada saat memantau proses pemuatan ke armada angkut.

Detail Pengiriman dan Standar Kualitas Ketat

Pengangkutan puluhan ribu ton jagung ini dilakukan secara bertahap menggunakan armada truk berkapasitas besar. Berdasarkan pantauan di lapangan, dua armada utama yang dikerahkan adalah truk berwarna biru dengan nomor polisi DR 8496 DQ dan truk berwarna merah bernomor polisi DK 8730 BR. Kendaraan-kendaraan ini secara bergantian memuat hasil bumi yang telah dikarungkan dengan rapi.

Salah satu aspek yang menonjol dalam pendistribusian kali ini adalah kualitas jagung yang sangat terjaga. Tercatat, jagung yang dikirimkan memiliki kadar air tepat di angka 14 persen. Angka ini merupakan syarat mutlak yang ditetapkan oleh Bulog untuk menjamin daya simpan dan kualitas produk saat disimpan di gudang.

Proses distribusi ini disaksikan langsung oleh ketua masing-masing kelompok tani, yakni Poktan Tunas Jaya dan Poktan Bina Utama. Kehadiran tokoh petani dan petugas pendamping di lokasi bertujuan untuk memverifikasi volume serta kualitas barang sebelum diberangkatkan ke Mataram, sehingga meminimalisir risiko penolakan saat sampai di gudang tujuan.

Standar Penerimaan Gudang Bulog bagi Petani Lokal

Pendistribusian jagung ke Gudang Bulog tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat regulasi ketat yang harus dipenuhi oleh para petani agar hasil jerih payah mereka dapat diterima dan dibayar sesuai harga pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar cadangan pangan yang dimiliki negara merupakan komoditas berkualitas tinggi.

Beberapa syarat utama yang dipenuhi oleh petani Desa Batu Putih dalam pengiriman kali ini meliputi bentuk jagung yang sudah dipipil bersih dari kotoran atau sisa tongkol. Selain itu, kadar air maksimal 14 persen menjadi variabel kunci; jika melebihi ambang batas tersebut, komoditas akan dikembalikan atau ditolak demi menghindari kerusakan stok di dalam gudang.

Dari sisi pengemasan, setiap karung minimal memiliki berat isi 70,10 kilogram. Secara administrasi, para petani juga diwajibkan mendaftarkan diri secara resmi ke Kantor Bulog dengan melengkapi dokumen berupa KTP, Buku Rekening BRI, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Prosedur ini dilakukan untuk memastikan transparansi transaksi dan memastikan manfaat ekonomi jatuh langsung ke tangan petani yang berhak.

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga

Langkah penyaluran hasil panen ke gudang Bulog ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda. Di satu sisi, pemerintah mendapatkan pasokan yang cukup untuk melakukan intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga. Di sisi lain, petani mendapatkan kepastian pasar dengan harga yang kompetitif dibandingkan harus bergantung pada tengkulak yang kerap memainkan harga di tingkat bawah.

Distribusi jagung sebanyak 20.370 ton dari Sekotong ini menjadi sinyal positif bahwa produktivitas lahan pertanian di Lombok Barat masih sangat kuat. Dengan terserapnya hasil panen ini ke cadangan pangan pemerintah, diharapkan kesejahteraan petani di Desa Batu Putih semakin meningkat, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat secara umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *